Kedekatan dengan atasan, dan kepandaian menampilkan sosok yang kelihatan anggun didepan Bos cenderung akan memperlihatkan betapa dekatnya dengan Bos. Menunjukan kemampuan yang terkadang tidak sesuai dengan fakta, mengambil keuntungan dari jerih payah orang lain dapat membuat prestasi naik.

Bos hanya melihat nilai akhir, dan akan melihat siapa yang menyampaikan dan menampilkannya dalam tampilan yang menarik melalui kelihaian seakan akan “aku”lah yang menjadikan nilai itu tercapai dan tanpa “aku” itu tidak akan tercapai. Namun dibalik itu tanpa sadar telah banyak dilupakan dan dikesampingkan bahwa insan yang bekerja keras tidak mendapatkan apa yang selayaknya Dia dapatkan, karena tidak cakap dalam bersandiwara dan enggan untuk menunjukan jati diri. Padahal tanpa orang itu nilai itu tak akan tercapai.

Penilaian yang belum tentu tepat, tapi apakah orang itu akan menyalahkan dan membenci pemain sandiwara, tentu tidak tapi munkin kecewa dengannya. Dan hanya akan berpikir bukan cara seperti itu dan itu bukan sikapku, Bersikap pendiam tapi tau dan mengalah karena bijak bagaikan ilmu padi yang semakin merunduk kala Ia semakin berisi. Dan suatu saat nanti kala akan dipanen Petanipun akan tahu dan puas siapakan padi dan siapakah rumput rimbun yang tumbuh disekeliling padi.

Itulah dunia yang penuh sandiwara dan itulah tanda tanda semua telah berubah untuk mendapatkan apa yang ingin dicapai, Dunia tetap dunia dan hanya sesaat…Hal baik sudah dapat dibolak balik benar jadi salah, salah jadi benar.

Benar kata orang yang telah berpesan dan memberikan gambaran bahwa suatu saat Tontonan akan menjadi tuntunan dan Tuntunan akan menjadi tuntunan, Harta menjadi idola dan Tuntunan telah banyak ditinggalkan.

Aku mersakannya, terkadang bertanya dalam hatiku ” Kamu bacakan Kitab sucimu di Bulan sucimu yang baru saja berlalu” sepertinya tidak, sungguh aneh tak ada beda dalam hari hari orang itu. Dunia sudah menjadi tujuan akhir sepertinya.

Ceritanya jadi ngantur, tapi itulah yang aku lihat saat ini.. Dan aku memohon kepada Tuhan semoga aku dan keturunanku kelak tidak seperti kisah buruk itu. Tunjukanlah kami jalan yang lurus… Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s